Saturday, January 28, 2017

2.10.16

ada yg tak bisa ku cerna
dan ku ungkap dgn kata
walau aku cuma titik kecil
dari keseluruhan bagian itu

andai titik itupun tak ada
takkan cacat keutuhan bagian itu
tapi buatku menjadi sbuah titik
adalah sebuah kebahagian terbaik dlm hidupku

Thursday, January 26, 2017

tak bisa biasa

saya tak biasa memuji
walau dlm hati saya menyanjung stengah mampus

bgitu jg saya tak bisa memaki
walau dlm hati saya ingin sekali membuat mampus

Sunday, January 02, 2011

tetap di hatiku

aku tak pernah lupa..
mungkin waktulah yg mbuat
aku seakan tak ingat.

aku tak pernah pergi..
jika aku seolah tak ada
mungkin hadirku tak lg stiap saat.

tetap dlm fikiran dan hatiku kalian adalah teman, adik, kakak dan saudaraku..

suci 1

Aku buta untuk tidak membuka mata,karena aku terpesona oleh kegelapan.Yang ternyata kudapatkan terhadap yang kurindui.Aku tuli untuk tidak menajamkan telinga,karena aku terbuai oleh kesunyian.Yang ternyata adalah akhir dari yang kuimpikan.Buat cacatku, aku harus minta maaf...

1 comments:

Anonymous said...

Suatu hari nanti saat aku telah punya keberanian untuk menatap lekat tajam matamu, aku ingin kau menjelaskan alasan mengapa tak pernah ingin memberiku kesempatan bersisian denganmu lebih lama dari kesempatan yang pernah kau berikan. Namun, lepas dari semua alasan yang mungkin tak pernah ingin kau uraikan, aku telah cukup lama mengerti. Cinta adalah masalah hati, takkan serta merta dapat tumbuh pada aku yang memang tak kau ingini. Aku telah cukup mengerti, kenangan yang bertahun-tahun kubiarkan lekat di hati akan terus kubiarkan sampai batas tak bertepi, karena ....
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan dengan syarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada...

Sunday, December 16, 2007

ntaa


1
sekecil apapun tempat itu ada,
sedikit apapun waktu itu tersedia,
sekejap apapun ingatan itu ada,
sebentar apapun kenangan itu nyata,
sebentuk apapun rasa itu ada,
ijinkan aku ikut menyayangimu...
2
malamku masih tetap panjang
tapi tak lagi berisi kenangan kosong
buat pengantar tidurku
sekarang ada kamu dalam kenanganku
sebelum mataku terpejam
tak lagi hitam putih
tapi penuh dengan warna
dan saat pertama kali ku buka mata
di esok pagi, kamu adalah ingatan pertamaku
terima kasih telah warnai hidupku...
3
sesederhana apapun sebuah kata,
ia akan jadi istimewa
jika diucapkan oleh orang yg istimewa
seistimewa apapun sebuah kata,
ia akan jadi sederhana
jika diucapkan oleh orang yg sederhana
betapa aku ingin jadi istimewa
dalam kesederhanaan
bagimu..
4
mata yg teduh
mata yg bercerita
mata penuh asa
mata penuh rasa
mata yg menanti
mata yg mencari
matamu..
5
Mataku tak pernah lelah..
tak sudi tuk beristirahat,
utk sejenak pikiran melepaskan lelahnya
Mataku tak pernah lelah..
terus membujuk kenangan memutar balik perjalanan,
hingga esok begitu lelah kujalani
Mataku tak pernah lelah..
membaringkan tubuh dalam kepenatan
tanpa sudi mengistirahatkan

Hanya satu yg kuingin
mataku tak akan pernah lelah..
andai setiap waktu ku bisa menatapmu,
wajah yg membuat mataku tak akan pernah lelah
tak akan..

Thursday, November 29, 2007

kembali

ada yg hilang..
dan dia datang!
ada yg datang..
ia pun pasti menghilang!

hanya rasa yg tersisa
dan sia-sia..

Monday, October 01, 2007

aku belum siap

Akhirnya hujan berhenti..
5 menit sebelum jam 2 pagi.
Sebenarnya kuingin hujan ini sampai akhir pagi.
Hmm, sepi.. begitu panjangkah kesunyian ini?
Jika esok ku kembali tak berarti,
adalah malam yang akan menyiksa diri.
Aku lelah walau tak pernah berlari,
aku kalah walau tak pernah menyerah
Atas waktu ini yang menggerogoti keinginan,
harapan, hayalan dan sisa2 imanku
Aku percaya padaMu...sungguh!
tapi aku belum siap jadi hambaMu.
Aku rindu padamu...sungguh!
tapi aku tak mampu menggapaimu.
Dua kesunyian di ruang hati yang kosong.
Dua kesunyian yang kubawa lewati jam 2 pagi ini
dalam setiap datangnya hari!

Friday, August 24, 2007

lost memory

Hapuslah semua kenanganku,
biarkan aku tak ingat apa2 lagi,
biarkan semua kosong dan meruang putih.
Ijinkan aku belajar menulis lagi,
kali ini aku akan belajar sungguh2.
Takkan kubiarkan tinta ini terserak lagi,
akan kujaga agar kertas ini tak sobek lagi,
akan kuselesaikan tulisan ini.
Tolong beri aku selembar kertas lagi,
Insyaallah...

Monday, August 20, 2007

imsonia

Hanya suara hujan..
saat malam ini kembali kuberjuang
tuk memejamkan mata.
Bukan tubuh yg lelah,
tp pikiranku yg terus mengunyah ngunyah
setiap sikapku.
Tentang kebodohan, kelemahan, ketakutan
kesepian dan berjuta hayalan.
Sial.. seharusnya aku sudah bisa bersembunyi
saat2 begini!
Aku benar2 lelah..
Tuhan, adakah doa buat datangkan kantuk?

Friday, June 15, 2007

to o.h


kadang-kadang hujan yg turun mengingatkan padamu.
matamu bintang yg bersinar terang,
dalam malam-malam pengembaraan
akankah usia menghadirkan kebijaksanaan?
ketika aku berjalan dalam mabukku
angin membelai rambutku sambil berbisik,
hei.. lihatlah bintang-bintang itu
telah hancur berkeping-keping,

lama sebelum keindahan cahayanya
menerangi pengertian-pengertianmu...

Sunday, May 27, 2007

masih seperti dulu



Aku masih mengingatmu seperti yg dulu..
seperti embun yg jatuh dan memecah di kesunyian hati,
tanpa suara menyerpih ribuan rasa.
Aku masih mengingatmu seperti yg dulu..
seperti senja turun dibalut gerimis kecil,
butiran halus sejuk menerpa keindahan pesona.
Aku masih mengingatmu seperti yg dulu..
seperti bintang di kejauhan memberi isyarat kehadiran,
tampak kecil namun jutaan pijarnya membuat cahaya begitu mnakjubkan.
Aku masih mengingatmu seperti yg dulu..
seperti putaran waktu yg memberi usia pada kedewasaan dan kematangan,
isyarat hidup adalah perjalanan jiwa.
Aku masih mengingatmu seperti yg dulu..
seperti cinta itu tumbuh dan terus menuai tunas baru,
tak perduli musim terus berganti.
Aku masih akan tetap mengingatmu...

Air Tawar 17-05-07

Friday, March 02, 2007

kenangan akan mimpi


Art02 Adakah gerai-gerai keharuman hitam rambutmu dapat selalu kubelai dan kuurai dengan jari-jariku yang penuh dengan keinginan terhadap keindahan yang kuraba dan kuciumi dengan lembut saat kunikmati apa yang kunamakan dengan sentuhan cinta yang menyapa di beranda hati terhadap wajah yang selalu menampakkan diri dengan senyum mengukir kenangan terhadap diri terhadap bayangan yang tercipta selepas kenyataan harus pergi dan malam-malam adalah penderitaan kepedihan hati. Adakah…

Thursday, March 01, 2007

pupus

Pupus di tangan menggapai bayang. Kelikuan relung membentur kesemuan. Hati telah lama membeku dan hilang. Raib dalam tebaran pancaran cahaya. Begitu terang tuk menyilaukan tujuan. Akhir dari fatamorgana kesendirian jiwa. Angin tiup jejak-jejak tertutup debu. Pedih di mata undang segumpal air mata. Bukan tangisan... sekedar hidup apalah guna!

mukjizat alam raya


Img_0143 Cakrawala jatuh yang jauh di sudut lengkung garis lembayung tersisa dalam senja merah yang gerah saat mentari pudar menyerah menyiratkan debur-debur ombak yang membentur pada ujung karang dan perlahan panorama perpisahan terucap pelan menyambut malam desir-desir anginpun mengusung kegelapan yang datang menjelang menghadirkan hiasan angkasa yang datang satu-satu kelip perlahan dan kesunyian mulai menembus batas langit menuai sang waktu melaju dalam perjalanan yang sendu menunggu yang tinggal berlalu bersama sang rembulan kadang suram berselimut kabut malam kesendirian di tengah padang alam raya yang jauh mengembara menggapai seraut cahaya di fajar yang membakar hutan raya merangkak mencapai puncak-puncak bukit yang melingkar berurai menghadirkan tetesan-tetesan embun yang luruh dan jatuh menhempas dan daun-daunpun melepaskan keringat malam yang membungkus mencoba mencari kehangatan di sela-sela puncak pohon menjulang mengiringi hilir air yang mengemercik membasuh bebatuan duhai mukjizat alam raya tersaji nyata di depan mata.

Friday, February 16, 2007

sobat

Kucari jawaban akan kenangan masa lalu di langit biru yang jernih tanpa awan yang berarak ditiup angin. Dan ternyata bayu telah turun ke muka bumi, menyapu dedaunan, ilalang dan semak berduri.Aku melangkah di jalan setapak ini berharap gerimis turun ataupun embun jatuh di wajahku, pagi ini. Kan kubasuh mukaku yang lusuh dan kujilati air langit untuk sekedar membawa kenangan pada wajahmu yang dulu, saat hujan kita berlarian.

Adakah bebatuan, tebing dan sungai ini masih menyimpan kenangan akan kita, sobat. Apakah engkau akan melupakan jernihnya keceriaan masa kecil kita. Adalah pematang sawah hamparan padi menguning, pepohonan dan batang-batang ilalang menyembunyikan langkah kita yang berlarian.
Jika kau ingat kenangan, sudikah kau mencari jawaban dalam hatimu. Bahwa pertemuan ternyata kau jadikan sebuah kerinduan.


Air Tawar, Agustus 01

Thursday, February 15, 2007

guratan



sunyi menyapa dalam seribu bayang kesenduan sekeping hati terbentur karang perlahan terbenam menyetubuhi angin-angin liar lenyap bak debu, terbang bak camar

lara menari di sekujur tubuh embun-embun bergoyanglah menitik ke pelupuk mata akhir dari kesendirian relung mengaum menerkam jua di jiwa… dan nyata

lari kucoba di langkah terseret kaku tak kemarin, tak kini, tak esok lukakan makin merah dan tak lagi sakit tak engkau, tak engkau, tak engkau nyata membunuh dengan sedikit senyuman.

Air Tawar, 97

serasa aku ingin membunuhmu..

Kujemput malam dengan kenangan yang tersisa, kujadikan mimpi saat tidurku terasa hampa. Dan malam yang berlalu adalah kekalahan jiwaku, saat dimana tiada dapat kurengkuh hatimu... hari ini. Aku terus jalani hari-hari bagai terpenjara khayalan, yang terus memunculkan wajahmu yang menari-nari. Di seputar otakku, di segenap ucapku, di sekujur nuraniku. Serasa aku ingin membunuhmu, dari rasa yang membunuhku...

Tuesday, February 13, 2007

rutinitas yang memuakkan


Semesta alam yang berencana, menghamparkan pagi ini
tatkala kicauan burung mulai sayup-sayup terdengar
dan tetesan embun jatuh oleh deru kendaraan
Sinar mentari yang muncul mulai memberi kesibukan
tak ada waktu untuk menikmati permulaan hari ini
semua harus serba berpacu, sebelum sinar ini sirna

Semesta alam yang berencana, mengulirkan waktu ini
pergulatan yang mengalirkan peluh-peluh di sekujur tubuh
perjalanan yang menghadirkan kerasnya perjuangan untuk menggapai sedikit tujuan
Adakah rutinitas ini adalah keinginan kita
kalau hanya untuk mengulang hari kemarin di hari ini
dan menunggu habisnya keberadaan mentari ini
untuk segera beranjak ke pembaringan

Semesta alam yang berencana, menghadirkan senja ini
dan orang-orangpun pulang dengan hasilnya masing-masing
menghitung-hitung, berpikir-pikir dan mereka-reka
apa yang akan mereka perbuat esok
sementara keindahan yang tercipta hari ini, terabaikan
Sungguh, rutinitas manusia yang memuakkan.

Air Tawar, Mei 00

bidak catur


Kita adalah bidak-bidak catur pembuka langkah
dan kitapun dengan bangga berkorban, menyerahkan segala kekayaan hati

yang mereka sebut sebagai pahlawan

Tapi apakah yang telah mereka berikan pada kita?
cuma pahitnya kehidupan dalam jalan-jalan berdebu
yang tiada tersentuh sedikit tanya dalam kepedulian
Kita cuma korban kekejaman penguasa
dan dengan angkuh mereka bertanya,
apa yang telah engkau berikan pada ibu pertiwi?

sementara mereka tidak pernah berhenti menyusu!


Air Tawar, Juni 00

tentang cinta 2

Oh, hamparan kasih putih di sekujur nurani

Menyentak debar-debar perputaran pencarian rasa
Begitu dalamnya hingga jiwa tenggelam tak tentu
Entah kenapa setiap terpandang kalbupun melayang

Duhai, mukjizat mata seorang insan manusia
Mengapa terasuk ke relung-relung heningnya hati

Hingga setiap gerak, setiap ucap jadi begitu berarti
Dan serasa ingin memberikan sejuta rasa dalam hadirnya

Pancaran kasih menuntun perasaan hingga terbang
Mengepakkan sayap-sayap putih menuju awan
Lalu keindahan terbalut pelangi menjadi bayangmu
Begitu kuatnya hadirmu, tuk sebuah harapanku

Air Tawar, 24 Mei 01