Kau pengabadian inspirasiku, tepat di sudut hatiku. Aku tinggal menuliskan rasa yang tak habis-habisnya mendera. Sungguhpun begitu masih jauh kata-kata ini sempurna terhadap kebenaran rasa. Karena ia terus tumbuh dan tumbuh!!
Monday, October 01, 2007
aku belum siap
5 menit sebelum jam 2 pagi.
Sebenarnya kuingin hujan ini sampai akhir pagi.
Hmm, sepi.. begitu panjangkah kesunyian ini?
Jika esok ku kembali tak berarti,
adalah malam yang akan menyiksa diri.
Aku lelah walau tak pernah berlari,
aku kalah walau tak pernah menyerah
Atas waktu ini yang menggerogoti keinginan,
harapan, hayalan dan sisa2 imanku
Aku percaya padaMu...sungguh!
tapi aku belum siap jadi hambaMu.
Aku rindu padamu...sungguh!
tapi aku tak mampu menggapaimu.
Dua kesunyian di ruang hati yang kosong.
Dua kesunyian yang kubawa lewati jam 2 pagi ini
dalam setiap datangnya hari!
Friday, August 24, 2007
lost memory
biarkan aku tak ingat apa2 lagi,
biarkan semua kosong dan meruang putih.
Ijinkan aku belajar menulis lagi,
kali ini aku akan belajar sungguh2.
Takkan kubiarkan tinta ini terserak lagi,
akan kujaga agar kertas ini tak sobek lagi,
akan kuselesaikan tulisan ini.
Tolong beri aku selembar kertas lagi,
Insyaallah...
Monday, August 20, 2007
imsonia
saat malam ini kembali kuberjuang
tuk memejamkan mata.
Bukan tubuh yg lelah,
tp pikiranku yg terus mengunyah ngunyah
setiap sikapku.
Tentang kebodohan, kelemahan, ketakutan
kesepian dan berjuta hayalan.
Sial.. seharusnya aku sudah bisa bersembunyi
saat2 begini!
Aku benar2 lelah..
Tuhan, adakah doa buat datangkan kantuk?
Friday, June 15, 2007
to o.h
kadang-kadang hujan yg turun mengingatkan padamu.matamu bintang yg bersinar terang,
dalam malam-malam pengembaraan
akankah usia menghadirkan kebijaksanaan?
ketika aku berjalan dalam mabukku
angin membelai rambutku sambil berbisik,
hei.. lihatlah bintang-bintang itu
telah hancur berkeping-keping,
lama sebelum keindahan cahayanya
menerangi pengertian-pengertianmu...
Sunday, May 27, 2007
masih seperti dulu
Aku masih mengingatmu seperti yg dulu.. seperti embun yg jatuh dan memecah di kesunyian hati,
tanpa suara menyerpih ribuan rasa.
Aku masih mengingatmu seperti yg dulu..
seperti senja turun dibalut gerimis kecil,
butiran halus sejuk menerpa keindahan pesona.
Aku masih mengingatmu seperti yg dulu..
seperti bintang di kejauhan memberi isyarat kehadiran,
tampak kecil namun jutaan pijarnya membuat cahaya begitu mnakjubkan.
Aku masih mengingatmu seperti yg dulu..
seperti putaran waktu yg memberi usia pada kedewasaan dan kematangan,
isyarat hidup adalah perjalanan jiwa.
Aku masih mengingatmu seperti yg dulu..
seperti cinta itu tumbuh dan terus menuai tunas baru,
tak perduli musim terus berganti.
Aku masih akan tetap mengingatmu...
Air Tawar 17-05-07
Friday, March 02, 2007
kenangan akan mimpi
Adakah gerai-gerai keharuman hitam rambutmu dapat selalu kubelai dan kuurai dengan jari-jariku yang penuh dengan keinginan terhadap keindahan yang kuraba dan kuciumi dengan lembut saat kunikmati apa yang kunamakan dengan sentuhan cinta yang menyapa di beranda hati terhadap wajah yang selalu menampakkan diri dengan senyum mengukir kenangan terhadap diri terhadap bayangan yang tercipta selepas kenyataan harus pergi dan malam-malam adalah penderitaan kepedihan hati. Adakah…
Thursday, March 01, 2007
pupus
mukjizat alam raya
Friday, February 16, 2007
sobat
Kucari jawaban akan kenangan masa lalu di langit biru yang jernih tanpa awan yang berarak ditiup angin. Dan ternyata bayu telah turun ke muka bumi, menyapu dedaunan, ilalang dan semak berduri.Aku melangkah di jalan setapak ini berharap gerimis turun ataupun embun jatuh di wajahku, pagi ini.
Adakah bebatuan, tebing dan sungai ini masih menyimpan kenangan akan kita, sobat. Apakah engkau akan melupakan jernihnya keceriaan masa kecil kita. Adalah pematang sawah hamparan padi menguning, pepohonan dan batang-batang ilalang menyembunyikan langkah kita yang berlarian.
Jika kau ingat kenangan, sudikah kau mencari jawaban dalam hatimu. Bahwa pertemuan ternyata kau jadikan sebuah kerinduan.
Thursday, February 15, 2007
guratan
serasa aku ingin membunuhmu..
Kujemput malam dengan kenangan yang tersisa, kujadikan mimpi saat tidurku terasa hampa. Dan malam yang berlalu adalah kekalahan jiwaku, saat dimana tiada dapat kurengkuh hatimu... hari ini. Aku terus jalani hari-hari bagai terpenjara khayalan, yang terus memunculkan wajahmu yang menari-nari. Di seputar otakku, di segenap ucapku, di sekujur nuraniku. Serasa aku ingin membunuhmu, dari rasa yang membunuhku...
Tuesday, February 13, 2007
rutinitas yang memuakkan
tatkala kicauan burung mulai sayup-sayup terdengar
dan tetesan embun jatuh oleh deru kendaraan
Sinar mentari yang muncul mulai memberi kesibukan
tak ada waktu untuk menikmati permulaan hari ini
semua harus serba berpacu, sebelum sinar ini sirna
Semesta alam yang berencana, mengulirkan waktu ini
pergulatan yang mengalirkan peluh-peluh di sekujur tubuh
perjalanan yang menghadirkan kerasnya perjuangan untuk menggapai sedikit tujuan
Adakah rutinitas ini adalah keinginan kita
kalau hanya untuk mengulang hari kemarin di hari ini
dan menunggu habisnya keberadaan mentari ini
untuk segera beranjak ke pembaringan
Semesta alam yang berencana, menghadirkan senja ini
dan orang-orangpun pulang dengan hasilnya masing-masing
menghitung-hitung, berpikir-pikir dan mereka-reka
apa yang akan mereka perbuat esok
sementara keindahan yang tercipta hari ini, terabaikan
Sungguh, rutinitas manusia yang memuakkan.
bidak catur

dan kitapun dengan bangga berkorban, menyerahkan segala kekayaan hati
yang mereka sebut sebagai pahlawan
Tapi apakah yang telah mereka berikan pada kita?
cuma pahitnya kehidupan dalam jalan-jalan berdebu
yang tiada tersentuh sedikit tanya dalam kepedulian
Kita cuma korban kekejaman penguasa
dan dengan angkuh mereka bertanya,
apa yang telah engkau berikan pada ibu pertiwi?
sementara mereka tidak pernah berhenti menyusu!
tentang cinta 2
Oh, hamparan kasih putih di sekujur nurani
Menyentak debar-debar perputaran pencarian rasa
Begitu dalamnya hingga jiwa tenggelam tak tentu
Entah kenapa setiap terpandang kalbupun melayang
Duhai, mukjizat mata seorang insan manusia
Mengapa terasuk ke relung-relung heningnya hati
Hingga setiap gerak, setiap ucap jadi begitu berarti
Dan serasa ingin memberikan sejuta rasa dalam hadirnya
Mengepakkan sayap-sayap putih menuju awan
Lalu keindahan terbalut pelangi menjadi bayangmu
Begitu kuatnya hadirmu, tuk sebuah harapanku

tentang cinta 1
Tersipu sendiri mengganggap nurani telah tertumpu
Memang kadang ada desir lain di lubuk kalbu
Tatkala jiwa ingin slalu bertemu, kuterbalut rindu
Bayangan keindahan yang senantiasa membayang
Romansa alam percintaan, bisikan kata-kata sayang
Sentuhan yang begitu lembut, duhai insan melayang
Tak pernah bosan walau begitu dekatnya mata memandang
Terkulai di antara belaian akan sejuknya tuk dipapah
Dibuai oleh lesatan anak panah kadang tak tentu arah
Dan masih saja, cinta adalah sesuatu yang indah
Air Tawar, 24 Mei 01
ku hirup nafas alamMu dalam-dalam
penuh keanggunan yang kau sinarkan
lewat celah-celah awan yang begitu tenang
sementara bintang-bintang terus mengerjap tiada henti
pada danau yang bening dan memantul
kala riak-riaknya lembut bersentuhan
aku berdiri dan menatap alam ini
tak terasa perjalanan hampir kucapai
kulepas lelah menatap bulan di danau
kuhilang dahaga dengan airnya bertabur bintang
berbaringku menatap langit yang berawan
ada ketenangan yang kurasakan
bersama sirnanya kelelahan dan kesuntukan
sunyi adalah disini
damai adalah disini
kuhirup nafas alam ini dalam-dalam…
tak terasa malampun berlalu
sisa-sisa unggun masih berusaha menghangatkan
walau hanya tinggal bara-bara berasap
aku bangkit dan mulai berjalan lagi
menyongsong fajar di puncak kemerahannya
yang terselip di balik hijaunya bebukitan
setelah kabut-kabut sirna di lembahnya
kutatap jauh ke depan
ada asa-asa memanggil suara hatiku
entah mengapa… selalu
aku merasa ditantang oleh alam
seakan ingin kudipeluknya, dicumbunya, dirayunya
dalam segarnya udara dalam nyamannya hutan
sunyi adalah disini
damai adalah disini
kuhirup nafas alam ini dalam-dalam…
di puncak pendakian mataku menerawang
ke segenap arah, ke segala penjuru
ada rasa kemenangan bersorak di dada
sesaat hilang segala persoalan
sesaat sirna semua kegalauan
yang ada hanya ketenangan… kedamaian
aku ucap cinta padaMu
Aku hirup nafas alamMu dalam-dalam.
Air Tawar,
demi masa depan
Air Tawar, 9 Juni 94
waktu sesalku
Aku lewati waktu ini dalam sepiSendiri mencoba memberi semangat pada diri
Ku coba tengok jauh ke belakang,
di mana hari-hari terhabiskan tanpa arti
Ku maki diri sendiri…
Entah berapa banyak yang telah ku lewati
Dan aku masih diam tak coba mencari
Apabila sesuatu itu kulakukan sejak dahulu,
takkan ada sesal ku tinggalkan waktu
Bahkan sekarang juga…
Kembali kumaki diri sendiri!
Air Tawar, 1 Januari 04
01 01 04
tanpa menyisakan sesuatu buatku
sesuatu untuk dikenang,
sesuatu yang berarti,
sesuatu yang bisa kusimpan di hati
semua terasa hampa…
Adakah di esok?
apakah cinta
tak peduli siapa pasti
desir-desir keinginan bersatu menyentuh jiwa
menyapa dalam kegusaran akan harapan
tiada mata memandang seperti hati yang bimbang
petualangan nurani berlabuh di sudut terdalam
menyulut segala rasa, segala yang ada dan terasa
masih saja, cinta adalah perjalanan tak nyata
membenamkan segala akal tuk tujuan tak pasti
apakah cinta…
bila tersimpan saat waktu tak tersedia
bila tak terucap saat kenangan berlalu
bila membunuh segala masa-masa yang harusnya ada
apakah cinta…
seandainya penantian tak kunjung tiba
Kampus Limau Manis, 99